Cintailah Pekerjaan Kita

Sudahkah kita mencintai apa yg kita kerjakan dan mengerjakan apa yg kita cintai?

Teringat kata mas Sugeng “Cintailah Pekerjaanmu, jadikan pekerjaanmu sebuah HOBI”. Tuturnya saat pertama kali bertemu dengannya.

Mungkin kalo kita belom melakukan pekerjaan yg kita cintai sebaiknya tinggalkan saja.

Yang ada dalam benakku kalo kita melakukan sesuatu dan kita gak ngerasa capek sesungguhnya kita tidak sedang bekerja, tapi sedang menikmati hidup.

“Hidup harus punya impian”

Kalo kita cinta sama pekerjaan kita ya kita harus punya impian.

Kalo kita punya impian kita pasti akan mencintai apa yg kita kerjakan, karena pekerjaan itu alat untuk mengejar impian, ibaratnya itu suatu jembatan untuk menuju kesuksesan.

Kalo gak punya impian biasanya kerja males-malesan, gampang bosen, sering ngeluh dll.

Gak punya mimpi = Gak punya tujuan.

“Bekerjalah untuk menghidupi bukan cuma sekedar numpang hidup”

Double PP

Mulai saja dari ke perjalananku mudik dihari Rabu 15 Juli 2015 dimana itu hari kesatu, start dari Jakarta sekitar pukul 14.00. Gw dan bokin gw memulai perjalanan dari kota Jakarta menuju kota kecil sejuta cerita Tegal memakai kendaraan roda dua. Ya hanya berdua karena teman-teman yang lain pada mudik duluan. Tak apalah mepet yang penting nyampe walopun pasti jalanan macet.

Sudah gw duga pantura macet, dari kota Pamanukan sampai Tegal macet parah padat merayap. Pantura dipenuhi para kendaraan pribadi bahkan kebanyakan pemakai roda dua hanya melintas dibahu jalan. Bahu jalan yang hanya beralaskan tanah dan bebatuan kecil. Sialnya lagi di kota Cirebon ban motor gw bocor. Harus menuntun motor dikemacetan itu rasanya gak banget, sudah gitu lumayan jauh harus menuntun motornya sampe ketemu tempat penambalan ban.

Singkat cerita, pukul 04.00 kami tiba di kota Tegal. Perjalanan yang cukup melelahkan.

Pada saat bersamaan rombongan keluarga yang memakai kendaraan pribadi roda empat belum sampe. Mereka start dari Jakarta rabu malam pukul 23.00. Dijalan kami kontek2an agar mereka melewati tol saja biar cepet, tapi tetep saja keluar tol Pejagan pasti langsung disambut kemacetan.

Sambil menunggu mereka tiba gw mengistirahatkan tubuh ini yang agak terasa pegal.

Sekitar pukul 12.00 dihari kamis mereka akhirnya sampe.

Gak lama kemudian gw dan abang gw harus meluncur lagi ke kota Jakarta untuk mengembalikan mobil saudara yang kami pinjam, ya meskipun badan ini masih terasa lemah dan mata masih merah. Kira2 Kamis pukul 15.00 kami memulai perjalanan. Perjalanan yang asik karena bebas tak ada kemacetan sama sekali. Bada Ashar kumandang Takbir mulai terdengar, ada hati yang menangis entah itu rasa senang atau sedih gak tau. Akhirnya pukul 19.00 kami sampai di Ibukota. 4 jam saja dari Tegal-Jakarta kami tempuh full via tol, dari Tol Pejagan di Brebes sampai mencoba tol Cipali. Tol Cipali jalan yang mulus memacu nafsu untuk menancap gas tinggi.

Gak lama lagipun kami harus memulai lagi perjalanan mudik. Sekitar pukul kurang 11 malam gw dan dua abang gw memulai perjalanan dengan menggunakan motor. Bertempur melawan kerasnya jalan pantura. Seperti tahun2 sebelumnya paling asik itu mudik pas malam takbiran karena pemudik sudah sedikit. Tanpa adanya kemacetan parah yang mengganggu perjalanan. Spedometter sampe menunjukan anggka 100, hahahaha ga bisa naik lagi nih, maklum motor matic. Kami memacu kendaraan agar cepat sampe Tegal, ya tujuannya si untuk sholat I’d berjamaah maksudnya.

Lebaran idul fitri adalah saat-saat dimana semua keluarga berkumpul, yang sudah bekerja mendapat libur cuti bersama bahkan yang tidak bisa libur mengusahakan agar bisa cuti. Menikmati masa-masa silaturahmi bersama keluarga dekat, meski harus penuh peluh setelah menempuh jarak yang tidak dekat, tapi semua luruh bersama canda tawa dikala tawa tercipta. Itulah segelintir cerita para pemudik yang merantau di kota orang.

 

Salam,
AW

Pengenalan ICT4NGO

Pengenalan ICT4NGOMenjadi web content ternyata ga semudah apa yang dipikirkan, perlu ketelitian dan pemahan. Kemarin Kamis tanggal 28 May 2015, saya dikenalkan lagi cara memposting content untuk ICT4NGO. Web yang sudah lama dibuat tapi sekarang mulai dikembangkan lagi. Dari semua web yang saat ini dikelolah, jelas ini hal baru lagi yang saya terima ilmunya, dari hal pem-publish-an saja sudah sangat berbeda dari web biasanya. Alur kerja bahkan design kerja yang berbeda saat kita mem-posting/mem-publish.

Dari mulai pengambilan judul yang tidak boleh lebih dari dua baris, teks terkait yang dibagi menjadi dua kolom. Dan teks tebal atau miring yg secara manual menggunakan bahasa pemograman sampai gambar yg benar-benar bagus dilihat atau pas dg content-nya.

Ya mungking saat ini baru kategori Perspektif yang dibagi ilmunya sebagai pengenalan yg baru, karena saya yakin masih banyak lagi cara update content di ICT4NGO dan tentunya masih banyak lagi ilmu yg ada di Penabulu yg belum saya dapatkan.

Mas Endra membagi ilmunya kepada saya bagaimana cara alur kerja memposting di web ICT4NGO. Semoga dg ilmu yg beliau berikan bisa membantu dalam bekerja.

 

Salam,
AW

Hal yang Paling Menyebalkan

Hal yang paling meneyebalkan adalah pada saat banyak yang harus dipublish dan jaringan atau server dari web penabulu ngambek (network eror). Suasana menjadi tak nyaman lagi. Sama halnya sore hari ini banyak yang harus di publish seperti Q3 dan Rumah Kemuning tapi tiba-tiba jaringan web kita eror semua, gak ada yang bisa terbuka dari dasbor-dasbor web kita.

eror

Menunggu dan Menunggu

Mungkin sebagian orang kata menunggu adalah hal yang paling menyebalkan. Sama halnya aku. Tapi sambil menunggu jaringan web kita lancar lagi aku harus ada kegiatan dari pada kosong, edit foto kegiatan pun lebih baik dari pada menunggu jaringan lancar kembali.

Setengah jam berlalu jaringanpun masih belom bisa terakses, terlintas bahwa ada scan buku yang belom aku edit. Langsung aku buka tab baru untuk menjalankan onlineOCR. Sambil aku cek kembali web berkali-kali tapi masih saja galat/network eror. Hhhhhmmmmm mau sampai kapan jaringan ini bisa, mungkin harus diikat jaringannya biar gak nglayab “Sahut Mas Endra”.

Waktu menjukan pukul 17.02, hingga akhirnya kurang lebih dua jam dasbor gak bisa dibuka. Mungkin aku tutup saja laptop ini dan lanjutkan besok hari saja.

Awali Pagi dengan Do’a dan Rasa Sukur

Awali Pagi dengan Do’a dan Rasa SukurDiawali dengan membaca bismilah dan alhamdulillah untuk pagi ini. Alarm yang terus berbunyi  memaksa aku harus terbangun dari tidurku. Ku cari hp letak dimana alarm itu berbunyi dengan meraba-raba kasur. Tak langsung bangun tapi mencoba mengumpulkan nyawa sejenak sambil mengingat mimpi apa tadi ya, “kayanya ga mimpi apa-apa deh, ah ga penting mimpi apa”.

Pukul 8 pagi ada sebuah pesan, ternyata pesan dari mas Endra. “Cek email dari Pak Eko dan Emailku ya” tulis mas Endra dalam pesan tersebut. Langsung saja aku bergegas melanjutkan persiapan untuk ke markas. Dan tepat 08.30 aku berangkat menuju markas. Melewati kemacetan sepanjang perjalanan ke markas itu sesuatu banget dan itu sudah menjadi hal yang bisa aku hadapi. Untung aku tau jalan tikus untuk bisa lebih cepet menuju markas. Ya lumayan mempersingkat waktulah.

Sampai juga akhirnya dimarkas dan masih dalam keadaan sepi. Langsung aku keluarkan alat-alat yang biasa aku mainkan setiap hari dimarkas. Lalu aku membuat kopi sedu untuk menemani aktivitas hari ini dan aku nyalakan juga asap kedamaian (cigarette) sambil kunyalakan peralatan tempurku.

Tugas pertama yang musti aku lakukan adalah cek email sesuai pesan mas Endra pagi tadi. Setelah aku cek dan mulai aku kerjakan sampai kelar lalu aku kabarin membalas email mas Endra dan pak Eko telah selesai dan bisa dicek ulang.

Terasa membosankan digarasi seorang diri, biasa ada mas Endra sekarang hanya seorang sendiri dikarenakan beliau sedang mudik. Tak lama kemudian datanglah mas Jimmy yang menanyakan tentang terminal (colokan listrik) sudah benar atau masih rusak. Langsung jawab saja ga bisa nyala. Dan mas Jimmy langsung mengecek dan mengeluarkan obeng serbagunanya. Langsung saja aku membantu buka rakitan terminal dari meja dan mas Jimmy pun mengeceknya. Bongkarlah terminal itu yang akhirnya harus memerlukan soldier untuk menyatukan kabelnya dengan titanium atau tembaganya. Tanpa pikir panjang langsung saja pasang seadanya tanpa menggunakan soldier tapi yang jelas harus pakai perhitungan biar ga korsleting tentunya.

Setelah selesai nampaknya mas Jimmy membawa kipas baru untuk dipasang di ruang Garasi, bisa full angin nih eheheheheheheh…

 

Salam Hangat,
         AW

Jakarta Pagi Ini

Jakarta Pagi IniDear Jakarta: Ditempat keramaian pun saya masih menaruh rasa khawatir tentang keadaan sekitar karena disitulah tindak kejahatan (hiptnotis) sering terjadi, hanya ingin berbagi saja tentang pengalaman bahwa ketika di ajak berbicara oleh lawan bicara dengan orang yang baru di kenal ataupun sama sekali tidak mengenalnya dan gayanya mencurigakan hendaknya jangan terlalu menatap terlalu lama dan jika ditanya dijawab seperlunya saja, karena mereka tidak melihat siapapun korbannya yang jelas setiap kesempatan itu datang disitulah korban akan menjadi sasaran, maaf bukan mengajarkan tidak sopan tapi hanya untuk berjaga-jaga saja kalo ada apa-apa, gak ada salahnya kita berjaga-jaga demi keselamatan diri.- Jakarta Pagi ini.

 

Salam,
AW

life is a Choice

hidup adl pilihanHidup memang penuh dengan pilihan, seperti kata “life is a choice”, pilihan untuk hancur atau semakin terpuruk atau pilihan untuk menuju jalan yang lebih baik. Dan sekarang aku dihadapkan dengan 2 pilhan. Yang pertama untuk tetap bekerja secara mandiri atau mendalami lagi usaha orangtua.

 

Aku memang terlahir ditengah-tengah keluarga para usaha warteg, seperti halnya sebagian para warga tegal yang pergi merantau hanya untuk mencari rezeki dengan membuka usaha warteg atau yang lainnya di kota rantau. Seperti halnya diriku dan keluargaku yang merantau ke ibu kota.

Semalam ibuku berkata “kamu mau tetap bekerja atau nantinya akan jadi penerus usaha kelurga”. Dengan melihat orangtua yang sudah semakin berumur dan tidak ada yang membantu berdagang dikala siang hari itu membuat aku tak tega. Karena sekarang aku hanya membantu disaat malam saja ketika pulang kerja dan siang pun aku harus bekerja di markas Penabulu. Di lain sisi aku mulai kerasan (nyaman) di markas Penabulu, dengan lingkungan yang asik dan orang-orang yang asik pula.

Pilihan? Biarlah nanti waktu yang mengarahkan pilhan. Yang jelas semua demi kebaikan bersama. Dan yang jelas jangan mempersulit diri dengan pilihan yang ada.

 

Salam,
AW

Believe in Fate Can be Changed

Hari ini udara begitu dingin, hujan datang lagi. Dimana tempat dudukku bekerja langsung berhadapan dengan luar ruangan. Segelas kopi hitam yang tak terlewatkan menemani aktivitasku hari ini.

Tak sengaja terlintas dalam benakku tentang tahun depan ataupun sepuluh tahun kedepan aku akan seperti apa. Akankah tetap seperti ini atau lebih dari ini?. Yang pasti aku ingin lebih baik lagi dari yang sekarang. Merubah nasib yang telah digariskan oleh yang kuasa. Seperti yang pernah aku denger saat para ulama berceramah “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya sendiri”.

fate

Nasib

Bila kita bicara tentang nasib, nasib memang tak terhindarkan. Kita akan menjadi apa yang telah digariskan nasib. Walau begitu, nasib adalah juga pilihan kita. Kita bebas memilih apa yang hendak kita kerjakan. Dan untuk setiap tindakan yang kita ambil, disetiap apa yang kita lakukan setiap harinya kita telah menciptakan nasib kita sendiri. Segalanya memiliki konsekuensi. Kita tidak bisa mengubah konsekuensi. Namun kita dapat mengubah tindakan kita agar menghasilkan konsekuensi yang kita harapkan. Kita memiliki nasib. Nasib kita hari ini tercipta oleh pikiran dan pilihan kita. Untuk mengendalikan nasib kita, kita harus menegendalikan diri kita sendiri. Untuk mencapai nasib baik, kita harus hidup dalam hal baik. Hidup kita hari ini adalah juga nasib kita esok hari. Nasib kita adalah apa yang kita pilih. Karena kunci sukses berasal dari diri kita sendiri. Kita yang ciptakan semua itu.

Dan aku yakin dibelakang banyak yang menunggu aku untuk jadi lebih baik. Dengan kekuatan cinta dari keluarga dan orang-orang terdekat lainnya memberikan aku motivasi untuk terus maju menjadi lebih baik lagi. Dan tak lupa pula disertai do’a.

 

Salam,
AW

Teknik Penulisan dan Membuat Artikel

1. Menggunakan Rumus 5 W + 1H

  • What (Apa) adalah apa yang akan ditulis, tema apa yang ingin ungkapkan, Acara apa atau hal apa yang ingin kita tuangkan dalam tulisan. What yang kita tentukan ini akan menjadi dasar untuk 4W lainnya.
  • Who (Siapa) adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama atau siapa yang mengadakan seminar.
  • When (Kapan) adalah waktu kejadian dan tanggal.
  • Where (Dimana), adalah dimana tempat kejadian atau lokasi dan acaranya.
  • Why (Kenapa) adalah mengapa terjadi, kenapa dilakukan acara tsb, seminar dalam rangka apa.
  • How (Bagaimana) adalah bagaimana prosesnya dan isi dari kejadian tersebut.

Teknik Menulis

2. Menentukan Judul

  • Judul harus berkaitan atau sesuai dengan pokok bahasan. Tidak menyimpang dari topik. Untuk teknik, judul dibuat besar dan kecilnya tulisan, Contoh: Berlibur ke Kota Tegal (jika ada kata penghubung seperti; di, ke, dan, dari, yang dan untuk ditulis kecil dan yang tidak terletak pada posisi awal)
  • Judul dibuat Align Text Left (Ctrl+L).

3. Fungsi dan penggunaan tanda baca

  • Tanda titik (.) dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Sebuah kalimat diakhiri dengan titik. Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus memberi jarak satu ketukan.
  • Tanda koma (,) dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian, misal: Saya berlibur mengunjungi kota, magelang, jogja, solo, dan semarang.
  • Tanda titik koma (;) dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. Misal: malam makin larut; saya harus cepat-cepat sampai rumah.
  • Tanda titik dua (:) dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemberian. Misal: Penabulu memiliki macam-macam unit usaha: Fulcra, Keuangan LSM, Jembatan tiga, dll.
  • Tanda petik (“…”) digunakan untuk menyatakan suatu kalimat langsung atau kadang juga sebagai penegasan
  • Tanda Tanya (?) ditulis hanya pada akhir kalimat untuk menggambarkan kalimat pertanyaan, sehingga pembaca akan mengerti intonasi kalimat tersebut jika diucapkan. Dengan demikian kalimat tanya dimengerti dan merangsang pembaca atau pendengar untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  • Tanda Seru (!) tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.

4. Teknik menulis Narasumber:

  1. Artikel yang diambil dari buku, contoh penulisannya:
    Disarikan dari buku: Akuntansi untuk UKM, Penulis: Anak Suryo, Hal: 1-4.Penjelasan: (Disarikan dari buku: diambil dari buku dan disarikan atau dirangkum point-point yang penting, Mesin Uang Online adalah judul dari buku tsb, Raden Budiarto adalah penulis dari buku tsb, Hal adalah materi yang diambil dari buku tsb).
  2. Artikel yang diambil dari koran, website, dll.Untuk artikel yang diambil dari Media seperti kompas harus di permalink atau dikut sertakan link media tersebut. contoh penulisannya:
    Sumber: Kompas, Senin, 2 Maret 2015.

5. Gunakan Jenis Kertas A4.

6. Gunakan Text Arial.

7. Font Size, 12.

8. Tabulasi
Saat di awal paragraf artikel tidak perlu menggunakan tabulasi untuk menjorokkan tulisan karena ketika dimasukan ke dalam web, tab yang aktif tidak berguna dan format tulisan akan menjadi rusak, proses editing akan menjadi lebih lama.

9. Hilangkan warna garis yang terletak dibawah text.

  • Caranya: Pilih File, Options, Profing, pilih When Correcting Spelling and Grammar in Word dan unceklist semua daftar lalu klik Ok.

10. Pilih Numbering bullets yang berbentuk bulat.

 

Mungkin sekiranya cukup seperti itu, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Salam,
AW

Lawan Rasa Malas

Bingung mau posting apa? Bingung mau nulis apa di blog? Bingung mau buat artikel apa?

Rasa malas sering kali muncul saat kita menulis ataupun membaca. Hal ini adalah hal yang biasa terjadi pada kita semua. Begitu juga yang terjadi dengan saya. Saya juga sering mengalami rasa kejenuhan dan biasanya rasa malas itu sering muncul disebabkan oleh beban pikiran hidup yang berat tetapi disisi lain kita harus membuat sebuah artikel. Pastinya kita tidak bisa mengerjakan keduanya secara bersamaan. Tentunya hal ini harus dikerjakan secara sendiri-sendiri, perlunya ketenangan dalam menulis dan memunculkan pikiran-pikiran atau imajinasi bahkan kejadian yang nyata dalam hidup kita, karena hal ini juga sangat berpengaruh pada kualitas artikel. Karena semakin baik pikiran. Maka semakin bagus artikel yang dibuat.

Lawan Rasa MalasBagaimana cara menghilangkan rasa malas yang sering timbul dalam diri kita saat kita harus membuat tulisan? Mungkin salah satunya dengan refresing atau paksa diri kita untuk membaca referensi-referensi buku. Hal ini bertujuan membangkitkan semangat pada diri kita.

Refresing

Mungkin kegiatan ngeblog secara terus menerus pastinya akan menimbulkan kejenuhan, apalagi jika dilakukan setiap hari, dan jika dipaksakan akan menyebabkan kualitas artikel menjadi buruk bahkan yang lebih parah lagi dapat membuat pikiran kita menjadi stres. Oleh karena itu diperlukan refreshing atau penyegaran. Misalnya dengan jalan-jalan, pergi ke tempat hiburan, bermain game,dan lain sebagainya.

Mencari Referensi

Harus sering baca-baca buku atau artikel, baca berita, majalah, koran, atau jalan-jalan mengunjungi blog orang lain, mungkin dengan itu kita dapat menemukan bahan untuk membuat artikel , atau membaca cerita-cerita sukses. Disitulah biasanya muncul ide-ide untuk kita menulis ataupun membuat artikel untuk blog kita.

Dan yang terpenting buatlah diri ini senyaman mungkin pada saat menulis atau membuat coretan untuk blog kita. Untuk membuat senyaman mungkin, kita harus menikmati bagaimanapun caranya? entah itu ngeblog sambil tidur, minum kopi atau sebagainya.

Mungkin masih banyak lagi cara kita untuk mengatasi rasa malas ataupun bosan yang sering muncul pada diri kita pada saat membuat artikel. Dan hanya diri kita sendiri yang bisa mengatasi bahkan menghilangkan rasa malas itu.

 

Salam,
AW